Rabu, 17 Agustus 2011

17 Agustus 2011 di PMB

PMB bersama Posko Kemanusiaan Jenggala
Keliling panti asuhan di Bandung
Pembagian santunan untuk 1000 anak Panti Asuhan
Pembagian santunan untuk anak Yatim Piatu
Pembagian santunan untuk anak Yatim Piatu
Bangkitlah Indonesiaku dalam semangat Fitrah Ramadhan
Pengecatan jl. Merdeka
Pentas musik menunggu buka puasa
Pembagian sembako kepada Dhuafa
66 bendera merah putih sepanjang Jl. Merdeka
Pengepakan SEMBAKO untuk dibagikan ke kaum Dhuafa
Pembuat 1.000 bendera kecil untuk dibagikan

Rabu, 10 Agustus 2011

Lingkungan Hidup ( Irma Nurmala Pratikto )


Lingkungan Hidup
01-08-2011

Masyarakat Jepang Sumbang untuk Konservasi Kawasan Masigit Kareumbi

Duta Besar RI, Muhammad Lutfi, secara simbolik menerima sumbangan dari Presiden Gunma Safari Park, Mr. Kunihiko Takahashi, sebesar 200.000 yen atau senilai dengan 400 bibit pohon untuk penanaman di wilayah konservasi Masigit Kareumbi di Jawa Barat. Sumbangan tersebut kemudian diserahterimakan oleh Dubes RI kepada Tim Perempuan Merah Putih sebagai Duta Wali Pohon yang dipimpin oleh Irma Nurmala Pratikto.

Dalam sambutannya pada acara serah terima tersebut, Dubes RI menyatakan bahwa Indonesia dapat mengambil pengalaman dari Jepang yang telah sukses melakukan penanaman kembali hutannya sebanyak 70-75 persen setelah boomingnya ekonomi mereka. Namun Dubes RI menekankan perlunya keseimbangan atara penghijauan dan pengentasan kemiskinan demi menciptakan dunia yang ramah lingkungan dan masyarakat yang sejahtera.
Sumbangan Gunma Safari Park merupakan sumbangan masyarakat yang mengunjungi taman wisata tersebut. Selain itu, Presiden Gunma Safari Park menyatakan akan melibatkan sekitar 20 (dua puluh) orang masyarakat Gunma untuk melakukan penanaman bersama di kawasan Masigit Kareumbi.
Acara serah terima yang berlangsung pada tanggal 29 Juli 2011 di Tokyo itu dihadiri pula oleh Executive Director of the Borneo Orangutan Survival Foundation, Country Manager Visit Indonesia, Perwakilan dari Garuda Indonesia Tokyo dan masyarakat Jepang pecinta Indonesia.
Kegiatan-kegiatan yang diprakarsai oleh Duta Wali Pohon merupakan salah satu alat diplomasi untuk mempromosikan kegiatan konservasi hutan melalui program tree adoption. Kunjungan Duta Wali Pohon ke Jepang tanggal 25-30 Juli 2011 ini mengusung tema Gender Equality and Women’s Empowerment for the Achievement of the Millenium Development Goals. Dalam kegiatan ke Jepang, tim yang berjumlah 3 (tiga) orang wanita itu juga melakukan pendakian ke Gunung Fuji. (sumber: KBRI Tokyo)

Irma Nurmala Praktikto PMB 1979

Minggu, 24 Juli 2011

Dies SOMAL 22 Juli 2011








22 Juli · 14:00 - 17:00
Tempat Ballroom Grand Kemang Hotel
Jl. Kemang Raya 2H Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jakarta, Indonesia
Dibuat oleh Sastranegara ShogyAhma Atmawidjaja
Info Selengkapnya
"Sebuah diskusi mengenai tantangan memelihara keberagaman Indonesia"
Pembicara :
1. Rocky Gerung (Pengajar Filsafat di Universitas Indonesia)
2. Basuki Tjahaja/Ahok (Bupati etnis Tionghoa pertama di Indonesia)
3. Rosiana Silalahi (Praktisi media dan komunikasi)
4. Yenny Zannuba Wahid (Direktur The Wahid Institute)
Moderator : Didiet Budi Adiputro (IMADA) & Syafiril Eman (PMB)


Minggu, 17 Juli 2011

Berita berita dan foto


Pemasangan 66 bendera Merah Putih di Jl. Merdeka,
dalam rangka 17 Agustus 2011
Pengecatan jl. Merdeka dalam rangka 17 Agustus 2011
Di Gunung Fuyi Jepang ... Tatty Djahrab PMB 1981 (Biru), Nungky Irma Nurmala PMB 1979 (merah hitam)
Nungky Irma Nurmala PMB 1979 (kerudung biru). Siap-siap menuju Gunung Fuji di Jepang
Bendera angkatan PMB 1961, 50 Tahun PMB 1961

Kamis, 09 Juni 2011

Perploncoan 2011 (foto)



KABARET
Penyongsong fajar (pembagian emblim)

Inaugurasi PMB 2011

Plonco .. lagi karaoke
Republika, 9 Juli 2011
Nightmare di Kuburan Pandu
Malam Kabaret 5 Juli 2011
Malam Kabaret 5 Juli 2011
Didepan Gedung Merdeka

Diskusi SOMAL 3 Juli 2011

Lelang nama 2 Juli 2011

Acara pembukaan 1 Juli 2011
Persiapan acara pembukaan 1 Juli 2011


Minggu, 22 Mei 2011

20 Mei 2011



Reformasi tidak Gagal, tapi Diselewengkan

JAKARTA--MICOM: Tiga belas tahun reformasi ternyata tidak membuat perubahan yang berarti bagi negeri ini, pejabat-pejabat yang diamanatkan untuk menjalankan agenda reformasi dituding tidak mampu dan telah meyimpang dari apa yang dicita-citakan para pengusung gerakan reformasi.

"Saya kecewa dengan pernyataan bahwa reformasi itu gagal, sebenarnya tidak gagal tetapi belum tuntas, situasi yang saat ini terjadi karena adanya pengkhianat-pengkhianat reformasi yang menyelewengkan agenda reformasi," ujar Dedi Uu Arianto, aktivis gerakan 1998 yang juga alumnus kampus trisakti disela-sela orasi politik oleh alumni komunitas mahasiswa 1998 dengan tema 'Menggugat Arah Reformasi' di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Sabtu (21/5).

Pada gerakan mahasiswa 1998, mahasiswa menyuarakan beberapa tuntutan sebagai agenda awal reformasi, di antaranya: Turunkan Harga, Mengadili Soeharto dan Antek-anteknya, Menangkap dan Mengadili Pelaku Pelanggaran HAM, Memberantas Korupsi-Kolusi-Nepotisme, Mencabut Dwifungsi ABRI, dan Pembatasan Masa Jabatan Presiden.

Tuntutan tersebut dilakukan karena para aktivis penggagas reformasi 1998 melihat kondisi negara yang waktu itu berada pada titik nadir krisis total nasional. Mereka menganggap semua itu dapat diperbaiki dengan melakukan reformasi total.

Tetapi, setelah tiga belas tahun reformasi berlangsung, para aktivitis ini melihat situasi nasional Indonesia saat ini maupun peranan Indonesia dalam percaturan-percaturan bangsa di dunia tidaklah menunjukkan ke arah yang lebih baik.

Mereka menyatakan perkembangan republik ini semakin buruk bahkan mengarah pada situasi krisis nasional seperti pada tiga belas tahun yang lalu.

"Rezim telah berganti, pimpinan juga berganti, tetapi perubahan tidak ada. Artinya, ketika perubahan tidak ada, bukan gerakan reformasi yang salah. Tetapi, reformasi telah dibajak kekuatan-kekuatan yang ternyata masih bagian antek-antek Orde Baru,” papar koordinator aksi orasi Joni Sujarman.

Tidak hanya itu, para aktivis 98 melihat partai-partai politik dipandang tidak mewakili rakyat, mereka secara kasar dan terang-terangan hanya menjadi mesin kepentingan kelompok-kelompok tertentu masyarakat khususnya kelompok pelaku ekonomi. Melalui wakil-wakilnya di fraksi DPR, partai politik justru berlomba untuk mencari mesin uang partai yang bertujuan untuk mengisi kas partai guna mendanai agenda lima tahunan dan lagi-lagi rakyat sebagai objeknya.

Oleh karena itu, mereka mengingatkan kepada penyelenggara negara saat ini baik lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif bahwa penyelewengan reformasi telah menyeret bangsa ini ke lembah kekacauan dan mendorong terciptanya situasi pergolakan baru di semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. (*OL-11)

Minggu, 22 Mei 2011 01:33 WIB

Selasa, 03 Mei 2011

Futsal Tournament

Juara I : Universitas Islam Negri (UIN) Sunan Gunung Jati
Juara II : Zets United (Gabungan dari beberapa kampus)
Juara III : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)