Minggu, 22 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009
Rabu, 09 September 2009
Sabtu, 05 September 2009
STOP ANTI MALAYSIA !!
STOP ANTI-MALAYSIA
Saif
COPAS dari MILIST bozz....
Tolong stop anti-malaysia!
Semuanya adalah kesalahpahaman. ..
Saya juga mau memberi tau sesuatu :
FYI presiden malaysia saat ini adalah keturunan bugis!
Perkaya wawasan anda!
perspektif.net
koprol.com/user/ wimar
Saif
COPAS dari MILIST bozz....
Hanya ingin menampilkan sisi lain dari Malaysia.... Karena sudah terlalu banyak kita berteriak-teriak anti Malaysia dan sebagainya... Semoga postingan ini bisa sedikit membuat kita lebih "cool" dalam menyikapi pemberitaan di media tentang negara tetangga kita... Selamat membaca!!
Tolong stop anti-malaysia!
Jangan salah sangka dulu, saya sendiri orang indonesia. Saya malu sekaligus sedih dengan persengketaa orang-orang indonesia terhadap yang pikirannya agak dangkal, tapi orang indonesia harus tau ini. Orang indonesia telah dikenal sebagai orang yang agresif dan brutal ketika telah berbicara di forum, sering mengeluarkan kata-kata kasar yang merusak nama baik bangsa indonesia sendiri. Maling, anjing, fuck atau apa pun.
Semuanya adalah kesalahpahaman. ..
Tentang Pendet : COME ON! Jangan terlalu di bodoh2i media, Iklan itu dibuat discovery channel di singapura. Malaysia sama sekali tidak ikut campur dalam pembuatannya. TAPI MEDIA INDONESIA TERKESAN MENUTUP MATA atau mungkin memang udah tuli, masih saja terus2an bilang kalo itu iklan tourism malaysia. HELLO? yang seharusnya kita marah2i itu ya discovery channel. Jero Wacik juga sama pake nuntut permintaan maaf dari malaysia. SO IGNORANT! jangan lupa kalau tujuan media adalah mencari uang sebanyaknya! selagi beritanya hot mereka akan terus siarkan walaupun tidak benar!
Tentang Polisi Malaysia dan TKI : Baru2 ini keluar video penyiksaaan TKI, padahal video tsb telah dinyatakan tidak benar, orang yang disiksa adalah orang malaysia sendiri. Masyarakat malaysia memang tidak menyukai TKI apalagi yang illegal, namun mereka tetap menghormati masyarakat indonesia pada umumnya. Asal anda tau saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL DI MALAYSIA. Meraka berpakaian norak plus alay, dengan kebiasaan hidup yang ugal-ugalan. Tidak jarang mereka nyambi sbg PSK, penjual narkoba, MALING, RAMPOK, dan buat geng yang meresahkan. Sebagian besar penjara di malaysia dipenuhi TKI! maka jangan salahkan kalo mereka bertindak tegas thd TKI ( ingat walaupun tindakan mereka sudah keras dan tegas masih tetap saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL di Malaysia, apalagi kalo petugas malaysia bersikap lembek????
Tentang kekerasan Majikan thd TKI :tidak perlu dibesar2kan, karena ini seharusnya tidak menggangu hubungan kedua negara. COME ON HAL INI JUGA TERJADI DI INDONESIA SETIAP HARI atau mungkin tiap jam (tapi gak ke ekspose) kalo yg gak percaya silahkan nonton sinetron indonesia! ada banyak sinetron yang bertema ini menggambarkan hal tsb benar2 nyata di kehidupan kita
Tentang reog dan kuda lumping : ADA 1 JUTA KETURUNAN JAWA DI MALAYSIA di luar TKI. Sebagian besar tinggal di johor. Apa salah mereka mempraktekan kebudayaan mereka? ADA BUKTI KALO MALAYSIA MENGATAKAN BAHWA KEBUDAYAAN TSB BERASAL DARI NEGARA MEREKA? TIDAK ADA! lagi2 anda dibodohi MEDIA
ARTI KLAIM SEBENARNYA : klaim bukan berarti bahwa budaya tsb BERASAL dari negara si pengklaim. Tapi menunjukan bahwa budaya yg di klaim telah menjadi budaya negara. Soal asal muasal budaya tsb tidak jadi soal!! UNESCO SENDIRI TELAH MENGATAKAN BAHWA 1 BUDAYA YANG SAMA DAPAT DI KLAIM OLEH LEBIH DARI 1 NEGARA. KARENA BUDAYA BUKAN MILIK NEGARA TAPI MILIK BANGSA. jadi tidak perlu marah kalo malaysia mengklaim rendang, sate atau kebudayaan melayu dan indonesia lainnya lainnya karena sebenarnya kita juga bisa melakukannya!
Tentang klaim budaya : ADALAH SALAH SATU HAL TERBODOH YANG PERNAH ADA. Hal ini benar2 menunjukan bahwa orang indonesia sangat dangkal pikirannya dan gampang di pengaruhi media! Orang di luar negeri sedang menertawakan keserakahan dan kebodohan kita!
Tentang batik dan wayang : Batik malaysia berasal dari trengganu dan motifnya sangat berbeda dari batik jawa. Wayang malaysia bukan berasal dari jawa tapi dari thailand. BTW thailand tidak pernah mempermasalahkan ini! Mereka lebih matang dalam berpikir!
Tentang rasa sayange : Lagu rasa sayang telah ada di malaysia sejak awal 1940an!! dan lagu ini telah menjadi lagu rakyat! lagipula rasa sayange adalah lagu anonim! tidak ada salahnya mereka memakai lagu itu! toh malaysia tidak mengklaim lagu tersebut! ADA BUKTI KALAU MALAYSAI MENGKLAIM? TIDAK ADA! lagi2 media membodohi anda!
Tentang sipadan dan ligitan : tanyakan saja kepada world court yang memenangkan malaysia! mereka mungkin sudah mengetahui kedangkalan kita!
Tentang ambalat : Saya yakin orang yang duduk di kantor pemerintahan sana sudah cukup berpengalaman dan pintar ttg masalah sengketa! biarlah masalah ini diselesaikan kedua pimpinan negara.
Saya juga mau memberi tau sesuatu :
Tau tempura? ya makanan Jepang. Tapi taukah anda tempura dibawa dan diperkenalkan oleh orang portugis? nama aslinya adalah tempora! tempura telah menjadi makanan jepang namun portugis tidak pernah mempersalahkannya! karena mereka tidak dangkal seperti kita! mereka tidak ada waktu untuk beteriak di jalan, berdemo spt orang gila, dan membakar bendera.
Tau sepak takraw? sepak takraw berasal dari thailand! nama aslinya adalah tuck-rouw! tapi thailand tidak pernah mempermasalahkan malaysia yang memasukkan sepak takraw kedalam iklan promosi wisata!
SO PLEASE INDONESIANS! PLEASE BE SMART, MATURE, dan SOPAN! tunjukan bahwa kita masyarakat beradap! jangan gampang di ombang ambing media!
FYI ada ratusan ribu masyarakat keturunan bugis, banjar, minang dan palembang dan 1 juta keturunan jawa! semua diluar TKI lo! jadi sangat lumrah adanya share budaya!
FYI presiden malaysia saat ini adalah keturunan bugis!
FYI, istilah 'melayu' atau 'malay' di malaysia mencakup semua suku yang austronesia (termasuk orang filipino,sumatera, dan jawa) yang beciri kulit sawo matang spt kita! jadi jangan aneh kalo reog di katakan menjadi salah satu kebudayaan melayu! jangan aneh juga kalo misalnya anda datang ke malaysia anda akan dianggap seorang malay (walaupun sebenarnya anda mungkin orang batak atw madura!)
Pesan utk para nationalist yang idiot dan brutal : pelajari lagi kebudayaan ASEAN! carilah bukti-bukti bukan media! kalo jalan2 ke luar negeri jangan cuma nyari shopping atau disneyland aja dong, dateng juga ke cultural centre dan museum!
Perkaya wawasan anda!
perspektif.net
koprol.com/user/ wimar
Rabu, 02 September 2009
Kegiatan Bulan Ramadhan
Gempa yang menghantam Jabar dan sekitarnya terjadi pada pada 2/9/09 pkl: 14.55 WIB, berlokasi 8.24 LS - 107.32 BT berkekuatan 7.3 SR pada kedalaman 30 Km diwilayah 142 km Barat Daya Tasikmalaya sepontan mengejutkan kita semua. Tentunya bagi kita yang tinggal diwilayah Jawa Barat, Jakarta, bahkan pulau Jawa dapat merasakan hebatnya getaran yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Namun apakah kita juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh para korban gempa?
Memang bukan keinginan dari kita semua terjadinya musibah gempa bumi ini dan juga bukan keinginan para korban untuk tinggal di tempat-tempat penampungan dengan tenda darurat, juga bukan keinginan mereka yang kehilangan keluarga tercintanya disaat mendekati hari raya dimana sanak famili saling berkumpul memberi kehangatan dengan saling mamaafkan dan juga bukan keinginan bahkan cita-cita mereka untuk di telantarkan oleh kita dan juga pemerintah disaat mereka membutuhkan bantuan meski tanpa harus menjadikan diri mereka sebagai pengemis.
Bayangkan ketika kita sedang asik menata hidangan sahur dan berbuka puasa ternyata saudara-saudara kita disana masih sibuk menata puing-puing reruntuhan rumahnya yang hancur akibat gempa? Bayangkan juga ketika kita sedang asik menyuap sesendok makanan, jangankan suapan, sendokpun tak berhasil mereka temukan? Lalu bayangkan ketika kita sedang asik menyaksikan televisi, ternyata saudara-saudara kita disana sedang menyaksikan tumpukan tubuh tanpa nyawa dan bangunan-bangunan rumah yang luluh lantah akibat getaran gempa.
Saat ini, kondisi korban gempa di wilayah Tasik, Bandung, Cianjur, Garut dan sekitarnya sangat memperihatinkan. Mereka harus rela tidur di tenda-tenda pengungsian yang hanya beralaskan Koran dan kardus bekas, kondisi sanitasi yang kurang sehat ditambah sulitnya akses air besih. Kurangnya bahan makana dan obat-obatan. Apalagi saat ini umat muslim sedunia sedang melaksanaka ibadah puasa di bulan Rhamadhan, namun bukan berarti saudara kita disana harus merasakan puasa 24 jam lamanya. Belum lagi hari raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi. Tentunya tragedi ini meninggalkan luka yang cukup mendalam bagi para korban.
Sejenak kita renungkan, jika yang mengalami musibah tersebut adalah sanakfamili kita sendiri, atau bahkan kita yang mengalaminya sendiri. Dibulan yang penuh rahmat ini, dimana setiapa amal ibadah dilipat gandakan,merupakan peluang bagi kita sebagai umat muslim untuk menambah pahala kita. Disamping itu, sekecil apapun bantuan yang kita berikan, setidaknya dapat membantu meringankan penderitaan para korban yang saat ini masih dalam kesulitan.
Saat ini kami membuka Posko kemanusiaan diwilayah Pengalengan Bandung Selatan. Bagi anda yang bersedia membantu meringankan penderitaan korban Gempa dapat disalurkan melalui:
1). Sekertariat Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) di Jln. Merdeka No. 7 depan hotel Panghegar - Insan Selamet (PMB): 085862041252.
2). Sekertariat Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA) di Jln. Teuku Umar No.4 Menteng, Jakarta Pusat - Anggoro Prajesta (IMADA): 021 - 98683024.
Selasa, 25 Agustus 2009
Jumat, 21 Agustus 2009
Sampah
Kolom Bang Yai IIIIchjar Musa anggota Perhimpunan Mahasiswa Bandung tahun 1961
Siapa yang tidak mengenal sampah. Kegiatan keseharian kita secara kasat dan tidak kasat mata menghasilkan banyak sampah. Yang kasat mata, baik yang tercipta di luar tubuh kita, semisal kita makan durian dan mencampakkan kulitnya, maupun yang tercipta dari tubuh kita, buang air kecil dan utamanya besar misalnya. Yang tidak kasat mata adalah pemakaian piranti penghasil eter yang memperbesar lubang lapisan ozon yang melindungi kehidupan umat manusia atau gas dari tubuh yang tidak bermanfaat bagi siapapun seperti kentut.
Dewasa ini perkataan sampah banyak digunakan untuk makna yang simbolis, seperti sampah masyarakat. Selain mereka yang jelas-jelas merugikan masyarakat seperi maling, penjudi, PSK, atau bandar narkoba, ada juga yang tergolong lebih elit tergolong sampah negara atau bangsa. Mereka ini ada yang bernama konglomerat hitam, birokrat bermazhab KKN, mafia peradilan, atau pelanggar Sapta Marga dan Tri Brata yang biasa disebut “oknum” TNI/Polri. Terakhir, barisan ini ditambah lagi dengan kelompok Politikus Busuk. Kriterianya belum jelas amat, juga pembobotan setiap kriterianya. Apalagi apa yang jadi sumber masukan pertimbangan serta siapa yang layak jadi panelis atau dewan panelis dalam hal keputusan bersifat group-decision.
Memang orang kita suka yang ramai-ramai seperti ini. Masih ingat kan waktu kita di Bangka ramai dengan soal sampah B3 Singapura atau sampah organik dari Betawi. Oke lah untuk sampah B3 business-to-cost analysis (BCA) nya memang agak kalut. Namun proposal pak Eko, yang Bupati Bangka waktu itu, mengenai “impor” sampah organik dari DKI terkesan lebih santer dihembuskan sisi kemudaratannya katimbang maslahatnya. Jika benar yang akan kita terima dari DKI adalah sampah organik, sekali lagi sampah organik, dewasa ini berkembang pesat teknologi Effective Microorganisms (EM) untuk pupuk organik, pestisida alami dan pakan ternak. Salah satu asupan untuk pemanfaatan teknologi EM ini adalah sampah organik tadi itu.
Bicara tentang teknologi, bang Sofyan Effendi yang Rektor GAMA pernah mengingatkan kita di Bangka untuk mulai menanam pohon sagu, karena konon pohon ini agak cocok dengan kondisi tanah kita. Soalnya dalam kurun waktu yang tidak lama lagi, badan Internasional akan melarang penggunaan bahan plastik untuk semua kemasan. Botol aqua misalnya harus dibuat dari bahan yang disebut tetra-pack yang menggunakan sagu sebagai bahan-baku. Nantinya botol aqua ini tidak merusak lingkungan karena dapat larut di dalam air setelah sekian waktu. Tapi bicara soal teknologi yang larut melarut ini, bung Yahya menyitir bahwa di Bangka malahan sudah dikembangkan teknologi yang mampu membuat larut semen-beton di dalam air laut. Inilah teknologi yang diterapkan pada proyek talud di pantai Penyak Bangka Tengah. Waahhh!!!
Selasa, 18 Agustus 2009
lagu Gaudeamus igitur
Teks yang tertulis di bawah ini merupakan versi Christian Wilhelm Kindleben yang ditulis pada tahun 1781, dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sebagai catatan, kata antiburschius ("anti-mahasiswa") sebenarnya bukanlah kata asli dari bahasa Latin, melainkan sebuah kata serapan dari bahasa Jerman Bursch atau Bursche, yang berarti "anak muda" atau "mahasiswa".
Ketika dinyanyikan, dua baris pertama dan baris terakhir setiap stanza dinyanyikan secara berulang, sebagai contoh:
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus
Nos habebit humus.
selain itu dalam acara wisuda umumnya lagu ini 'dipersingkat' dengan hanya menyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.
Latin dan Indonesia
Gaudeamus igiturJuvenes dum sumus. Post jucundam juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus.
Mari kita bersenang-senang. elagi masih muda. Setelah masa muda yang penuh keceriaan. Setelah masa tua yang penuh kesukaran. Tanah akan menguasai kita.
Ubi sunt qui ante nosIn mundo fuere?Vadite ad superosTransite in inferosHos si vis videre.
Kemana orang-orang sebelum kita. Yang pernah hidup di dunia ini? Terbanglah ke surga. Terjunlah ke dalam neraka. Bila kau ingin menjumpai mereka
Vita nostra brevis est Brevi finietur. Venit mors velociter Rapit nos atrociter Nemini parcetur.
Hidup kita sangatlah singkat. Berakhir dengan segera. Maut datang dengan cepat. Merenggut kita dengan ganas. Tak seorang pun mampu menghindar
Vivat academia! Vivant professores! Vivat membrum quod libet Vivat membra quae libet Semper sint in flore.
Panjang umur akademi!. Panjang umur para pengajar!. Panjang umur setiap pelajar!. Panjang umur seluruh pelajar! .Semoga mereka terus tumbuh berkembang!
Vivant omnes virgines Faciles, formosae. Vivant et mulieresTenerae, amabilesBonae, laboriosae.
Panjang umur para gadis! Yang sederhana dan elok Juga, hidup para wanita! Yang lembut dan penuh cinta Jujur, pekerja keras
Vivant et res publicaet qui illam regit. Vivat nostra civitas,Maecenatum caritas Quae nos hic protegit.
Hidup negaraku! Dan pemerintahannya. Hidup kota kami! Dan kemurahan hati para dermawan. Yang telah melindungi kami
Pereat tristitia, Pereant osores. Pereat diabolus, Quivis antiburschius A tque irrisores.
Enyahlah kesedihan, Enyahlah kebencian, Enyahlah kejahatan, Dan siapa pun yg anti mahasiswa, Juga mereka yang mencemoh kami
De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan), atau lebih dikenal dengan judul Gaudeamus igitur ("Karenanya marilah kita bergembira") adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.
Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini.
Dengan demikian bukanlah sebuah 'ajakan' untuk hidup dalam hedonisme seperti yang sering dituduhkan, hal ini dapat dilihat dari bait kedua dari stanza ini yang secara tersurat dan tersirat berisi pengakuan akan keberadaan alam lain setelah kematian yaitu surga dan neraka
Meskipun sering dipakai sebagai 'lagu pembuka' acara sebelum bersulang, sebagai sebuah kebiasaan di negara-negara Barat untuk merayakan sesuatu dengan minum bir, anggur, atau sampanye sebagai penghangat diri, lagu ini sendiri bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan namun lebih kepada perayaan atas segala keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang, misalnya berhasil menyelesaikan pendidikan. Itulah sebabnya Gaudeamus igitur banyak dipakai di hampir seluruh universitas di dunia dalam acara wisuda.
De Brevitate Vitae dikenal dengan sebutan "Gaudeamus igitur" atau "Gaudeamus", yang merupakan kata pembuka lagu ini. Di Britania Raya, lagu ini juga dikenal sebagai The Gaudie.
Ketika dinyanyikan, dua baris pertama dan baris terakhir setiap stanza dinyanyikan secara berulang, sebagai contoh:
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus
Nos habebit humus.
selain itu dalam acara wisuda umumnya lagu ini 'dipersingkat' dengan hanya menyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.
Latin dan Indonesia
Gaudeamus igiturJuvenes dum sumus. Post jucundam juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus.
Mari kita bersenang-senang. elagi masih muda. Setelah masa muda yang penuh keceriaan. Setelah masa tua yang penuh kesukaran. Tanah akan menguasai kita.
Ubi sunt qui ante nosIn mundo fuere?Vadite ad superosTransite in inferosHos si vis videre.
Kemana orang-orang sebelum kita. Yang pernah hidup di dunia ini? Terbanglah ke surga. Terjunlah ke dalam neraka. Bila kau ingin menjumpai mereka
Vita nostra brevis est Brevi finietur. Venit mors velociter Rapit nos atrociter Nemini parcetur.
Hidup kita sangatlah singkat. Berakhir dengan segera. Maut datang dengan cepat. Merenggut kita dengan ganas. Tak seorang pun mampu menghindar
Vivat academia! Vivant professores! Vivat membrum quod libet Vivat membra quae libet Semper sint in flore.
Panjang umur akademi!. Panjang umur para pengajar!. Panjang umur setiap pelajar!. Panjang umur seluruh pelajar! .Semoga mereka terus tumbuh berkembang!
Vivant omnes virgines Faciles, formosae. Vivant et mulieresTenerae, amabilesBonae, laboriosae.
Panjang umur para gadis! Yang sederhana dan elok Juga, hidup para wanita! Yang lembut dan penuh cinta Jujur, pekerja keras
Vivant et res publicaet qui illam regit. Vivat nostra civitas,Maecenatum caritas Quae nos hic protegit.
Hidup negaraku! Dan pemerintahannya. Hidup kota kami! Dan kemurahan hati para dermawan. Yang telah melindungi kami
Pereat tristitia, Pereant osores. Pereat diabolus, Quivis antiburschius A tque irrisores.
Enyahlah kesedihan, Enyahlah kebencian, Enyahlah kejahatan, Dan siapa pun yg anti mahasiswa, Juga mereka yang mencemoh kami
De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan), atau lebih dikenal dengan judul Gaudeamus igitur ("Karenanya marilah kita bergembira") adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.
Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini.
Dengan demikian bukanlah sebuah 'ajakan' untuk hidup dalam hedonisme seperti yang sering dituduhkan, hal ini dapat dilihat dari bait kedua dari stanza ini yang secara tersurat dan tersirat berisi pengakuan akan keberadaan alam lain setelah kematian yaitu surga dan neraka
Meskipun sering dipakai sebagai 'lagu pembuka' acara sebelum bersulang, sebagai sebuah kebiasaan di negara-negara Barat untuk merayakan sesuatu dengan minum bir, anggur, atau sampanye sebagai penghangat diri, lagu ini sendiri bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan namun lebih kepada perayaan atas segala keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang, misalnya berhasil menyelesaikan pendidikan. Itulah sebabnya Gaudeamus igitur banyak dipakai di hampir seluruh universitas di dunia dalam acara wisuda.
De Brevitate Vitae dikenal dengan sebutan "Gaudeamus igitur" atau "Gaudeamus", yang merupakan kata pembuka lagu ini. Di Britania Raya, lagu ini juga dikenal sebagai The Gaudie.
Langgan:
Entri (Atom)




















