Rabu, 26 September 2012

Nungky, Duta Wali Pohon (PMB 1979)

 

Jabatan yang disandang Irma Nurmala Pratikto atau akrab disapa Nungky ini memang unik. Duta Wali Pohon. Tugasnya adalah mengkampanyekan penanaman kembali lahan di kawasan hutan Masigit-Kareumbi di Jawa Barat. Tepatnya melintasi di tiga kabupaten; Bandung-Garut-Sumedang. Seusai reformasi, dalam jarak kurang dari tiga tahun (1998-2000), hampir 800 ha hutan di kawasan masigit-kareumbi mengalami penggundulan massal. Setiap hari tak kurang dari 35 truk kayu diangkut untuk berbagai kepentingan. Jika tak segera diatasi, tentu akan berbahaya bagi lingkungan di sekitarnya.

Sejak dua tahun lalu, kelompok pecinta alam Wanadri, mengambil peran untuk mengkonservasi kembali kawasan tersebut. Mereka menggunakan konsep wali pohon. Setiap orang ditawari untuk menjadi wali pohon, mulai dari satu buah pohon hingga jumlah tak terhingga. Untuk perawatan satu pohon selama 3 tahun, dikenakan beaya Rp. 50.000 atau sekitar $ 5,5 AUD. Setelah 3 tahun, pohon yang ditanam dianggap cukup dewasa untuk tumbuh sendiri dan menjadi bagian dari flora di kawasan itu. Setiap wali bisa memonitor perkembangan setiap pohon secara online melalui password yang terdapat dalam sertifikat. Informasi lebih jauh bisa dilihat di blog: http://kareumbi.wordpress.com/.

Selama dua tahun ini, Wanadri sudah berhasil mengkoordinir penanaman 22.000 pohon. Jika trend ini dapat dipertahankan secara konsisten, maka untuk penghijauan kembali lahan seluas 800 ha akan membutuhkan 18 tahun. Setiap ha memerlukan 800 pohon. Maka 800 ha akan membutuhkan 640 ribu pohon. Percepatan penghijauan akan bisa dicapai jika semakin banyak pihak yang terlibat, termasuk Anda. Merusak, memang selalu lebih mudah dan cepat daripada membangunnya kembali.

Untuk memperluas dukungan menjadi wali pohon itulah, pada 5-12 Juli 2012 Nungky datang ke Australia. Ia mengunjungi KBRI di Canberra, KJRI Siydney, KJRI Melbourne, dan warga Indonesia serta Australia yang tertarik. Dari alumni ITB di West Australia ia mendapat titipan 148 pohon dan dari KJRI Melbourne ia mendapat 100 pohon.

“Orang Australia juga ada yang tertarik, seperti Peter dan Acacia, pemilik agen wisata K7 Adventures,” ujar professional yang aktif di Real Estate Indonesia (REI) ini saat ditemui di Wisma Nusantara.

Konjen Irmawan Emir Wisnandar mendukung kampanye wali pohon ini dan akan mensosialisasikannya kepada warga Indonesia di Melbourne. ”Nanti akan dikoordinasikan oleh fungsi Pensosbud KJRI,” ujarnya.  

Selain kampanye wali pohon, sebagai pendaki gunung yang tergabung dalam komunitas Perempuan Merah Putih, ibu dua putrid ini juga menaklukkan ketinggian gunung Kosciuszko. Gunung tertinggi di Australia itu ia daki bersama Tatty Djahrab. Saat naik ke gunung setinggi 2228 m itulah ia bersua dengan Peter dan Acacia, pemilik agen pendakian yang mengatur perjalanannya. Dan keduanya berkomitmen untuk terlibat juga sebagai wali pohon.


Sebelum tiba di benua Kangguru, Nungky telah menaklukkan ketinggian gunung Fuji di Jepang. Dalam kunjungannya ke Gunma Safari Park, tak diduga ia mendapat sambutan baik dari Presiden Direktur taman nasional tersebut. Kinihiko Takahashi, sang Presdir, bahkan sudah berkunjung ke kawasan Masigit-Kareumbi untuk menyerahkan bantuan pohon dan melihat dari dekat proses konservasi itu.

“Pola yang dilakukan Wanadri di Masgit-Kareumbi bisa diadopsi oleh siapa saja yang tertarik untuk mengkonservasi hutan,” papar Nungky. Namun, perempuan kelahiran 7 Juni itu menambahkan bahwa harus ada pribadi-peribadi yang siap mengawal prosesnya. “Seprti proses meminta perizinan dari pemerintah, itu juga perlu waktu. Lalu kampanye-kampanye yang tak kenal lelah,” sambungnya. Memang, hanya dengan upaya tak kenal lelah itulah, kita bisa menjaga dan menyelamatkan kelestarian hutan. Dan Nungky, sang Duta Wali Pohon, adalah salah satu pionir yang layak kita teladani. (IDY)




2 komentar:

Husna Liana mengatakan...

Thanks info nya !Salam Kenal dari Admin MEDIA BLOGGER PEREMPUAN

Nungky Irma Nurmala Pratikto mengatakan...

Dear Husna Liana,

Duuuh..saya koq baru buka komentar ini yaa..? setelah 1 thn lebih..
..tidak ada kata terlambat utk memulai sebuah silaturahim, bukan?

Salam kenal dari saya utk adik Husna.
( bila berkenan, pls info nomor kontak )

Senang sekali kalau dik Husna berkenan berbagi pengalaman tentang perjalanan2 dik Husna khususnya kegiatan di alam terbuka.

Ditunggu yaa.. :)

Terima kasih,
Sukses sll & *Have a nice day*

Salam Merah Putih,

Wasalam,
Nungky